PLTN Amerika Berkaca Pada Tragedi Fukushima
Senin, 11 Juli 2011 19:59 wib
Kepala Komisi Regulator Nuklir AS (NRC) mengatakan pihaknya ini merubah aturan nuklir di Negeri Paman Sam, agar bencana yang terjadi di Fukushima tidak terjadi kepada AS.
"Saya berpikir industri ini harus melakukan perubahan, meskipun akan membuahkan biaya yang sangat besar," ucap mantan Ketua Otoritas Nuklir Tennesse Craven Crowell seperti dikutip Associated Press, Senin (11/7/2011).
Perubahan ini tentunya akan berbiaya mahal bagi pemilik PLTN seperti Exelon, Entergy dan PG&E. Tentunya ini juga dapat menimbulkan perubahan bagi rencana pembangunan PLTN baru yang dijadwalkan untuk 30 tahun ke depan.
Tentunya perubahan ini bukan tanpa rintangan. Para staf NRC dan lima anggota komisi lainnya harus duduk bersama membicarakan detil perubahan yang diinginkan. Mereka tentunya harus mempromosikan perubahan tersebut kepada pemilik PLTN yang ada.
"Secara umum, kami mungkin akan dihadapkan pada dua hingga tiga tahun waktu penentuan perubahan ini," menurut partner dari NRC Daniel Stenger.
Sementara ketua NRC Gregory Jaczko menilai rencana perubahan regulasi ini akan memakan waktu yang panjang. "Saya kira, regulasi ini tidak akan diterima hingga 10 tahun kedepan. Kami masih terus bekerja keras berdasarkan rekomendasi dari satuan petugas perubahan regulasi," tutur Jaczko.
Terakhir kali NRC mengajukan perubahan pada sistemnya usai serangan 11 September 2001. Saat itu PLTN dianggap sebagai target potensial bagi para teroris. Baru pada 2009 lalu, NRC berhasil menyelesaikan aturan komprehensif mengenai pengamanan instalasi nuklir di AS.
Para pejabat NRC mengakui, meskipun aturan keamanan butuh waktu lama untuk diselesaikan, pengamanan internal pembangkit nuklir sudah diterapkan pada seluruh fasilitas nuklir di Amerika. Hal ini tidak lepas dari insiden yang terjadi di Chernobyl pada 1986 lalu.
Melihat tekanan dari masyarakat serta berkaca pada insiden yang terjadi di Fukushima Maret lalu, tidak ada pilihan lain dari NRC untuk merubah sistem keamanan mereka. Tetapi hingga saat ini NRC sepertinya masih terus mengabaikan tuntutan warga, yang menginginkan perubahan lisensi bagi PLTN yang sudah menua.
Warga juga mendesak NRC mengambil keputusan mengenai desain reaktor yang baru, hingga reaktor Fukushima selesai diperiksa oleh pihak berwenang Jepang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar